Selasa, 15 Januari 2013

PENGAJARAN KEUANGAN (UANG VS MAMMON, SUKSES VS KAYA)

PENGAJARAN KEUANGAN UANG VS MAMMON, SUKSES VS KAYA Shalom..... Pada hari ini saya ingin menshare kan sesuatu yang mungkin bagi kebanyakan orang masih belum mengerti, baik itu definisi atau perbedaan dari uang, mammon, sukses, dan kaya. Keempat hal inilah yang terkadang menjadi pertanyaan dalam setiap pengajaran di gereja gereja tentang kekayaan dan keuangan. Bahkan ada beberapa gereja yang anti mengajarkan tentang uang dan kekayaan karena dianggap mengajari jemaat untuk hidup materialistis. Sekarang kita akan belajar beberapa konsep yang salah di masyarakat dan beberapa pengajaran yang salah tentang uang dan mammon. UANG VS MAMMON Mari kita baca bersama sama dalam: Matius 6: (24) Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Lukas 16:  (11) Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? (12) Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Lukas 16: (9) Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." Beberapa pertanyaan yang berkembang di kalangan kekristenan saat ini ialah, uang selalu disamakan dengan mammon, ini yang terkadang menjadi salah kaprahnya anak Tuhan. Uang ialah benda sedangkan mammon ialah roh yang dipercaya atau dewa yang dipercaya dapat memberi kekayaan. Jadi bedanya sangat jauh, antara benda yaitu uang dengan mammon yang adalah roh jahat. Mammon menunggangi keinginan manusia untuk cepat memperoleh kekayaan yang dapat dinominalkan dengan salah satunya yaitu uang, selain aset aset yang lain seperti tanah, properti, emas, berlian dan sebagainya. Pertanyaannya kemudian, jika uang adalah mammon, lalu untuk apa gereja membangun dengan membayar menggunakan uang? Mengapa ada kantong dan kotak persembahan ada digereja? Mengapa gereja memiliki rekening rekening di bank? Bukankah semua berisi mammon? Uang adalah benda dan alam yang digunakan untuk transaksi, sedangkan mammon ialah roh ketamakan. Jadi, uang bukanlah mammon dan mammon bukanlah uang, itu pribadi yang berbeda. Uang, adalah hamba yang baik, namun dia akan menjadi tuan yang sangat jahat dan mempekerjakan kita dengan sangat buruk. Artinya adalah, jika hidup kita tidak diprioritaskan kepada uang, dan kita gunakan uang dengan bijak, maka hidup kita akan bertambah baik. Namun jika kita menjadikan uang sebagai tuan yang harus kita layani, maka kehidupan kita akan mendekati kehancuran. Berapa banyak anak Tuhan yang hidupnya hancur karena hanya mengejar materi sepanjang hari, sedangkan mereka tidak ada waktu bagi keluarga. Dan firman Tuhan diatas juga mengatakan bahwa ikutlah persahabatan menggunakan mammon yang tidak jujur, itu memiliki makna bahwa jika kita bersahabat dengan orang lain, maka uang BISA digunakan sebagai perekat persahabatan, bahkan uang yang digunakan dengan bijak dan ditabur ke tempat yang seharusnya, maka akan membuat kita menerima upah di kerajaan Sorga (kemah abadi). Itulah sebabnya Yesus sendiri pernah mengatakan bahwa jangan kamu menyimpan harta di dunia saja sebab ngengat akan memakannya dan merusakkannya, namun kumpulkan harta di Sorga, artinya apa yang kita lakukan dengan keuangan kita hari ini di bumi akan berdampak jangka panjang dalam kekekalan. SUKSES VS KAYA mari kita buka Alkitab kita dalam: Kejadian 39: (2) Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.  Kejadian 39: (3) Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,  Kejadian 39:  (23) Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil. Dalam 1 pasal di kitab yang sama, firman Tuhan mengatakan bahwa Yusuf berhasil, berhasil, dan berhasil. Dalam bahasa Inggris nya ialah sukses. Saya terkadang heran dengan orang yang anti dengan kata sukses. Orang lebih memilih penderitaan sebagai ukuran tingginya kerohanian seseorang, ini sungguh memilukan. Contoh paling jelas ialah Yusuf, dipakai Tuhan dan dibuat berhasil atau sukses, dampak apa yang diperbuatnya? Apakah Ia menimbang baginya kekayaan? Tidak! Yusuf memelihara seluruh bangsa bahkan dunia, sebab bangsa bangsa berdatangan ke Mesir hanya untuk memperoleh bahan makanan. Ini merupakan contoh keberhasilan di dalam firman Tuhan, bahwa keberhasilan tidak selalu identik dengan ketamakan. Ada pula pendapat orang yang selalu saja...selalu saja...selalu saja...mengidentikkan keberhasilan atau kata sukses dengan kaya. Saya mengumpamakan kedua kata tersebut dengan perumpamaan ini... Sapi adalah binatang, namun tidak semua binatang ialah sapi. Kesuksesan ialah binatang, dan kaya ialah sapi. DI dalam kesuksesan ada kekayaan yang menyertainya, namun tidak selalu sukses itu kaya secara uang, BISA saja kaya secara harta benda, aset, hati, belas kasihan, inspirasi, dan sebagainya. Namun kita jangan anti dengan kekayaan atau menjadi kaya. Mengapa? Sebab pada kenyataannya, banyak sekali pelayanan pelayanan misi, pembangunannya gereja, yayasan yayasan kasih yang disponsori oleh orang kaya. Jadi menjadi kaya tidaklah buruk dan menjadi miskin tidaklah hina, namun jangan terus terusan miskin. Saya merindukan, jemaat MHS CHURCH menjadi orang yang berhasil dalam segala hal termasuk dalam hal keuangan, masih banyak pelayanan pelayanan yang memerlukan keuangan dan itu mendukung mereka yang ada di pelosok untuk memberitakan Injil. Ini waktunya saudara dan saya mengubah cara pandang kita tentang uang, mammon, sukses, dan menjadi kaya. Semuanya dalam berkat dan anugerah Tuhan, saya sangat percaya bahwa anak Tuhan pasti kaya, diberkati, sukses, dan memberkati bangsa bangsa. Di dalam nama Yesus semua berkata.... Amin. Musa Hendri Setiawan Gembala MHS CHURCH www.mhschurch.blogspot.com FB: MHS CHURCH BB: 234FA105

Tidak ada komentar:

Posting Komentar