Selasa, 05 Maret 2013

DAILY DEVOTION 6 MARET 2013

DAILY DEVOTION
6 Maret 2013
============================
ORANG UTAN SIAP DIUTANKAN
============================
demikian kira kira judul sebuah berita di koran harian nasional yang saya baca hari ini. Puluhan orang utan yang siap dilepaskan ke hutan dan bukan di kerangkeng seperti koruptor ini dikembalikan ke habitatnya dan sesuai dengan namanya yaitu orang utan. Kalau orang kaya tinggalnya di tempat kaya, kalau orang pinggiran tempatnya dipinggirkan bantaran kali, pinggiran selokan, pinggiran kota yang notabene nya daerah kumuh.

Kok jadi ngelantur.....

Tapi benar kok, nama seseorang kan disesuaikan dengan apa ang disandangnya, demikian pula dengan para orang utan ini. Mereka siap siap dilepaskan di habitat mereka di utan dan bukan kebun binatang. Memang tidak cocok kalau saya pikir-pikir, kalau para binatang ini dikandang di kebun binatang, pasti banyak yang mati. Mengapa? Karena mereka ditaruh di "kebun" binatang dan bukan di hutan binatang. Akibatnya, mereka terpenjara sama seperti maling2 di penjara. Buktinya? Dipenjara makan aja di jatah, nggak BISA prasmanan kayak di rumah atau kawinan, di kebun binatang pasti juga kan? Apalagi hanya untuk melihat mereka, kita harus bayar tiket. Ini benar-benar melukai harga diri mereka sebagai binatang dan merendahkan peri kebinatangan dan peri kehewanan.

Apa yang ingin saya sampaikan? Simple! Sesimple yang orang utan pikir, dalam gereja kadang kita menempatkan orang-orang yang tidak benar, orang rokokan dan main dukun dijadikan majelis hanya karena dia mensuplay home teater di ruangan rumah sang pendeta. Orang tak Bisa nyanyi dan hanya terlihat cantik, dijadikan Singer di gereja walaupun cuman lipsing, orang yang selalu cemberut ditempatkan sebagai penerima tamu didepan hanya karena bisnisnya lancar. Gereja sekarang tak ubahnya seperti kebun binatang diatas, yang menempatkan makhluk didalamnya tidak sesuai dengan habitatnya masing-masing. Akhirnya yang terjadi adalah:

Sumpekisme : kepadatan jabatan dan jawatan
Gegerisme: perseteruan karena berebut menjilat pendeta agar dapat posisi majelis dan didengar oleh pendetanya
Sikutisme: karena setiap orang berlomba menjilat pendetanya yang manis, maka tidak jarang terjadi Sikut-sikutan dan tidak jarang dipertontonkan di ruang rapat gereja.

Haaaaa....lebih baik kita kembali ke hutan saja, habitat kita yang sebenarnya. Hutan disini saya maksudkan ialah gambaran Eden. Dimana awal penciptaan manusia oleh Tuhan, tempat dimana setiap binatang memakan makanannya sendiri, dan makan sebebas bebasnya, dan seluas luasnya. Dan setiap binatang memiliki fungsi nya masing masing, setiap binatang di hargai keberadaannya, dan manusia yang mengatur bertanggung jawab dengan baik dan tidak hanya mengharapkan susu susu dari sapi dan kambing, mengharapkan bulu bulu dari domba, dan daging daging sapi dan kambing termasuk Bu ayam. Manusia tidak seperti itu karena itu gambaran sekarang, gembala mengharapkan susu susu jemaatnya tanpa mau memberi nutrisi yang baik untuk gembalaannya.

Yah.....cukup sekian perenungan dari kami, semoga bermanfaat dan tidak tersinggung....met aktivitas yang menyebut dirinya aktivis di gereja namun tidak pernah aktif melayani dan hanya aktif sebagai tamu karena malas bekerja.

Musa Hendri Setiawan
GBI BERKAT RAJA
fB: musa Hendri Setiawan
Twitter: mhs_oke
BB : 234fa105
Whatsapp: 08175064751

Tidak ada komentar:

Posting Komentar